Right Button

test banner Selamat Datang di Website Resmi Portal Berita Online NUSANTARA SATU NEWS

Kelangkaan Meluas, Bupati Pasaman Welly Suhery Minta Pemerintah Pusat Segera Tambah Pasokan BBM

NSNews | Pasaman (SUMBAR) Pemerintah Kabupaten Pasaman secara resmi mengajukan permohonan penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagai langkah cepat menghadapi potensi kelangkaan yang semakin nyata di tengah masa tanggap darurat bencana. Langkah ini dipimpin langsung oleh Bupati Pasaman, Welly Suhery, yang menilai ketersediaan BBM merupakan elemen vital untuk menjaga stabilitas mobilitas masyarakat, operasi penanggulangan bencana, dan kesiapan menghadapi masa liburan Natal serta Tahun Baru 2026.


Dari pantauan di Lubuksikaping, situasi pasokan BBM sejak Minggu malam, 30 November 2025, menunjukkan kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Dua SPBU di pusat kota melaporkan kekosongan stok untuk berbagai jenis BBM, mulai dari Pertalite, Solar, hingga Pertamax. Antrean kendaraan meluas hingga ke badan jalan, memaksa kepolisian menerapkan sistem satu arah guna mencegah kemacetan total di wilayah tersebut.
Kondisi serupa berlanjut hingga Senin siang, 1 Desember 2025. Tanpa kepastian kedatangan truk pengangkut BBM berikutnya, pengendara terpaksa menunggu dalam antrean panjang yang mengular. Situasi ini tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menghambat mobilitas logistik dan kendaraan operasional bagi tim penanggulangan bencana.


Bupati Pasaman, Welly Suhery, dalam pernyataan tegasnya menyampaikan bahwa kebutuhan penambahan kuota BBM merupakan agenda yang tak bisa ditunda. Ia menekankan pentingnya suplai BBM yang stabil terutama karena Pasaman berada dalam status tanggap darurat bencana. “Penambahan kuota BBM ini sangat dibutuhkan. Situasi di lapangan sudah menunjukkan urgensi yang tinggi,” ungkapnya.


Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pasaman terus memperluas koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk BP Migas dan PT Pertamina (Persero), guna mempercepat penanganan. Menurutnya, tanpa langkah cepat dan peningkatan suplai, kerawanan energi bisa meluas dan berdampak pada sektor vital lainnya yang berkaitan langsung dengan keselamatan warga.


Selain tuntutan kebutuhan tanggap darurat, Bupati Welly mengingatkan bahwa Pasaman akan menghadapi dua momentum besar: libur Natal dan Tahun Baru. Pada periode tersebut, mobilitas masyarakat dipastikan meningkat signifikan, sehingga ketersediaan BBM harus dijaga agar tidak terjadi stagnasi aktivitas sosial dan ekonomi di tingkat lokal.


Sebagai respons strategis, Pemkab Pasaman menjadwalkan rapat koordinasi khusus pada Selasa, 2 Desember 2025. Pertemuan ini akan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta manajemen dari tujuh SPBU yang beroperasi di Kabupaten Pasaman. Rapat tersebut ditujukan untuk merumuskan langkah teknis, sinkronisasi data kebutuhan, serta mencari solusi jangka pendek dan menengah terkait suplai BBM.


Dari lingkup administrasi, Asisten II Setda Pasaman, M. Yasrin Saputra, membenarkan bahwa pengajuan penambahan kuota BBM telah disampaikan secara resmi. Ia menjelaskan bahwa rapat lanjutan diperlukan untuk memastikan seluruh pihak berada dalam satu kerangka langkah strategis. “Selasa ini kita rapatkan kembali untuk antisipasi kelangkaan BBM ini,” ujarnya.


Meski demikian, Yasrin belum dapat memastikan angka tambahan kuota yang diajukan maupun jumlah kuota bulanan yang biasa diterima Pasaman. Ia menyebutkan bahwa penentuan angka harus melalui verifikasi teknis yang sedang difinalisasi. Namun, satu hal yang ia tekankan adalah bahwa penambahan kuota BBM bukan lagi sekadar rekomendasi, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga stabilitas di tengah kondisi bencana dan meningkatnya tekanan permintaan di masyarakat.


Situasi kelangkaan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir memperlihatkan bahwa suplai BBM untuk Kabupaten Pasaman membutuhkan penanganan cepat dan efisien. Tanpa penambahan kuota, bukan hanya mobilitas masyarakat yang terganggu, tetapi juga aktivitas pemulihan pascabencana yang sangat bergantung pada ketersediaan energi untuk peralatan berat, distribusi bantuan, dan mobilisasi petugas lapangan.


Dengan kondisi yang terus berkembang, langkah cepat Pemerintah Kabupaten Pasaman di bawah kepemimpinan Bupati Welly Suhery menjadi sorotan publik, terutama dalam upaya menjaga ketahanan energi dan memastikan penanganan bencana tetap berjalan tanpa hambatan. Harapan besar kini tertuju pada respons pemerintah pusat dan pihak penyedia energi agar kebutuhan Pasaman dapat segera dipenuhi.


# Andalusia

Posting Komentar

0 Komentar